Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fakta Mimpi, Kenapa Manusia Bermimpi?, Apakah Mimpi Memiliki Arti dalam Kehidupan Kita?

Mimpi adalah sebuah kejadian alam bawah sadar yang melibatkan berbagai macam fungsi Indra yang beraksi pada saat manusia tertidur. Sejak dahulu kala manusia bertanya-tanya apakah arti dari mimpi yang saya dapatkan semalam? apakah sebuah pertanda, ataupun tidak memiliki makna apa-apa?

Fakta Mimpi, Kenapa Manusia Bermimpi?, Apakah Mimpi Memiliki Arti dalam Kehidupan Kita?

Di Artikel kali ini yuk mari kita ketahui lebih dalam mengenai Fakta Mimpi.

Kenapa Manusia Bermimpi?

Otak manusia tidak berhenti berkerja sekalipun pada saat manusia tertidur. Pada saat tertidur, kerap terjadi fenomena yang disebut REM (Rapid Eye Movement) yaitu sebuah kondisi dimana otak malah berkerja sangat keras tetapi fungsi-fungsi otot menjadi lebih rileks.

Rapid Eye Movement Gif
Illustrasi Rapid Eye Movement saat bermimpi

4 Fase Tidur

Pada saat manusia tertidur, sebenarnya terdapat 4 fase yang perlu diketahui yaitu:

  1. Fase NREM 1, yaitu fase dimana manusia saat tidur baru masuk kedalam fase tidur ringan
  2. Fase NREM 2, yaitu fase dimana manusia setelah fase tidur ringan masuk ke fase menyambut tidur pulas.
  3. Fase NREM 3, yaitu fase dimana manusia sudah masuk kedalam fase tidur nyenyak
  4. Fase REM, yaitu fase dimana manusia tidur dan bermimpi

Apakah 4 Fase tersebut pasti berurutan? tentu tidak, karena tergantung dari kondisi psikis manusia itu sendiri. Jika anda tidak bermimpi, biasanya fase tidur hanya sampai ke fase NREM 3, tetapi jika sampai bermimpi berarti anda saat tertidur sudah masuk sampai ke fase REM.

Kenapa bisa sampai ke tahap REM? Berdasarkan penelitian, dikatakan bahwa manusia bisa masuk ke tahap ini karena otak manusia menerima banyak hal baru saat beraktifitas.

Tidak heran jika orang yang sedang banyak pikiran jika tertidur pulas bisa sampai masuk ke tahap REM dan akhirnya bermimpi

Fase Tidur REM ini juga disebut sebagai Paradoks tidur, dimana saat manusia tertidur otak berkerja sangat keras, tetapi mengistirahatkan fungsi-fungsi otot. "Hal inilah yang kadang membuat seseorang seperti mimpi tertindih tidak bisa bergerak".

Lucid Dream

Pada dasarnya kejadian yang terjadi dalam mimpi tidak bisa dikontrol oleh orang yang memimpikannya, kecuali si pemimpi tersebut masuk sampai ketahap yang namanya Lucid Dream.

Lucid Dream terjadi ketika seseorang masuk kedalam fase REM, tetapi tersadar bahwa dirinya sedang bermimpi. Kadang orang yang masuk kedalam fase ini bisa mengubah berbagai hal yang terjadi dalam mimpinya seperti latar belakang mimpi, kejadian-kejadian dalam mimpi dan sebagainya.

Panjang dari mimpi seseorang bervariasi, biasanya mulai dari beberapa detik hingga paling lama 20 sampai 30menit.

Kenapa kamu sering bermimpi tetapi aku Jarang?

Kenapa kamu sering bermimpi, tetapi aku kok jarang ya? sebenarnya pernyataan ini kurang relevan, kenapa? karena pada dasarnya otak manusia sering melupakan kejadian mimpi yang didapatkan pada saat tidur, walaupun banyak juga yang mengingat mimpi yang didapatkan.

Manusia melupakan kejadian bermimpi karena pada kondisi tertentu otak manusia kekurangan sebuah hormon yang bernama Norepinephrine. Hormon tersebut merupakan salah satu hormon yang diperlukan oleh otak untuk mengingat, berpikir, menggunakan bahasa dan kesadaran.

Peneliti juga menyebutkan bahwa saat manusia bermimpi ada aktivitas lain yang lebih fokus dilakukan, sehingga mimpi jadi tidak mudah diingat. Hal ini relevan dengan fungsi otak manusia yang cenderung lebih mudah mengingat hal-hal yang sering dipikirkan, dan memiliki kepentingan emosional.

ilustrasi mimpi seram
Illustrasi mimpi horor

Otak manusia juga lebih suka mengingat hal-hal indah dan sangat aneh, hal tersebut yang menyebabkan anda bisa mengingat mimpi yang indah, horor, dan aneh, sedangkan mimpi yang biasa-biasa saja biasanya dilupakan oleh otak.

Ingin lebih tau tentang mimpi, anda bisa mencoba mempelajari Oneirologi.

Teori-Teori Tentang Mimpi

Memang sejak dahulu mimpi membuat banyak orang tertarik untuk mengetahui dan mengupas lebih dalam mengenai fenomena ini. Mimpi diyakini juga adalah sebuah petunjuk spiritual yang membawa seseorang masuk kedalam dimensi berbeda dan diberikan pesan-pesan atau pertanda mengenai masa depan dan lain sebagainya.

Untuk memecahkan fenomena ini, para ilmuan kemudian saling berusaha untuk menjabarkan fenomena mimpi ini sejak dahulu kala. Hingga saat ini terdapat 4 teori yang paling terkenal dalam menjabarkannya yaitu:

1. Teori Psikoanalisis Freud

Sigmund Freud yaitu seorang pakar Psikoanalisis, menciptakan teori yang menjabarkan bahwa mimpi merupakan sebuah motivasi manusia yang tidak disadari. Motivasi tersebut terpendam di alam bawah sadar.

Menurut Freud, naluri manusia dapat dirasakan saat sadar, namun tidak dapat dipahami. Hal tersebut lah yang di projeksikan dalam mimpi. Saat bermimpi area tidak sadar akan membocorkan informasi-informasi penting yang membuat manusia memahami kondisi dan motivasi dari dalam dirinya.

Freud membagi dua komponen dalam mimpi yaitu manifest dan laten. Manifest merupakan gambar, pikiran, dan konflik, sedangkan laten adalah makna psikologis yang tersembunyi dalam mimpi tersebut.

2. Teori Sintesis Aktivasi

Teori kedua adalah berdasarkan penelitian J. Allan Hobson dan Robert McClarley pada tahun 1977. Teori ini menjabarkan bahwa aktifitas otak pada saat sadar, dan pada saat REM kurang lebih sama. Hal inilah yang membuat respon emosi manusia sama ketika sadar maupun dalam mimpi.

Pada saat fase REM, otak manusia akan mengakses Memori Jangka Panjang untuk mengambil potongan-potongan pengetahuan dan informasi-informasi untuk membentuk narasi dan cerita. Inilah kenapa beberapa latar belakang pada mimpi merupakan pengalaman yang sebelumnya pernah di alami oleh si pemimpi itu sendiri.

Menurut Hobson, mimpi tidak memiliki makna dan manfaat, tetapi hanya memberikan pengalaman dan ide-ide baru.

3. Teori Pemprosesan Informasi

Teori ketiga merupakan teori yang menyatakan bahwa mimpi hanyalah sisa-sisa dari informasi yang kita terima sebelum tertidur atau beberapa hari sebelumnya. Kesimpulannya adalah bahwa beberapa bagian otak masih secara aktif mengumpulkan informasi dan membentuk percikan mimpi dari aktivitas sadar tersebut.

Para pakar psikologi beranggapan bahwa mimpi terbentuk dari hasil proses informasi yang tidak penting, dimana semakin banyak manusia beraktifitas diluar rumah, maka semakin kompleks potongan gambar, kesan dan cerita dalam mimpi.

4.Teori Aktivitas Eksternal

Saat manusia tertidur, indra perasa akan tetap aktif, khususnya indra pendengaran. Melalui pendengaran inilah sebenarnya bunyi-bunyi dari luar diproses oleh otak. Otak terus merespon bunyi-bunyi tersebut secara tidak sadar.

Beberapa contoh seperti mimpi terlambat berkerja karena mendengar bunyi kokok ayam jantan. Ataupun mimpi di padang gurun karena sedang kepanasan dan berbagai contoh lainnya.

Arti Mimpi dalam Kehidupan

Menurut Islam mimpi bersumber dari Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Mimpi sejati berasal dari Allah, dan mimpi buruk berasal dari Setan." (Sahih Al-Bukhari). Mereka yang biasa mengalami mimpi baik biasanya merupakan orang-orang yang jujur dan beriman.

Dalam AL-QUR'AN sendiri banyak dituliskan mengenai arti mimpi dan para Nabi yang bisa menterjemahkan tafsir atau pertanda dari mimpi tersebut yang memang terbukti nyata.

Tapi tentunya faktor-faktor psikologi yang sudah disebutkan oleh teori-teori sebelumnya benar juga dan memang merepresentasikan kondisi psikis, pengalaman dan indra perasa pada manusia.

Kesimpulan

Mimpi adalah sebuah pengalaman alam bawah sadar yang terjadi entak karena kondisi psikologis maupun memang merupakan sebuah pertanda. Menurut kami jika anda mendapatkan mimpi, bisa coba anda cek terlebih dahulu arti dari mimpi tersebut berdasarkan beberapa teori psikologi diatas.

Jika tidak nyambung, mungkin anda harus mencari ahli tafsir mimpi ataupun orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menafsirkan mimpi.

Posting Komentar untuk "Fakta Mimpi, Kenapa Manusia Bermimpi?, Apakah Mimpi Memiliki Arti dalam Kehidupan Kita?"